MEDAN, SABTU - Ada yang berbeda di ruang Grand Ballroom Hotel Grand Angkasa Medan, dalam acara pentas kandidat gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara, Sabtu (12/4). Semua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur memang membawa pendukung masing -masing.
Pendukung ini bertugas menjadi tukang sorak setelah kandidat selesai menjawab pertanyaan panelis dan moderator. Tetapi ada yang berbeda dengan pendukung pasangan Syamsul Arifin-Gatot Pujo Nugroho.
Jika pasangan rata-rata pendukungnya mengenakan atribut partai politik serta organisasi kemasyarakatan dan mereka hampir kebanyakan usianya di atas 30 tahun, pendukung pasangan Syamsul-Gatot justru anak-anak muda bergaya suporter sepak bola.
Dan terang saja, ketika memberikan sorakan atau teriakan mendukung, pendukung Syamsul-Gatot ini keluar dengan yel-yel yang sama seperti yel-yel milik suporter PSMS Medan ketika menyaksikan tim kesayangannya bertanding di Stadion Teladan.
Lagu-lagu khas suporter PSMS dinyanyikan para pendukung Syamsul-Gatot. Lirik lagu seperti yo ayo... ayo Bang Syamsul (biasanya kata PSMS), ku ingin kita harus menang . Betul saja, meski jumlah mereka kalah banyak dibanding pendukung empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur lainnya, tetapi teriakan mereka paling kenceng. Soal semangat tentu saja anak-anak muda ini tak kendur.
Selesai acara pentas kandidat, suporter pasangan Syamsul-Gatot juga tak puas hanya memberi dukungan di dalam ruangan. Di luar hotel, tepatnya di pinggir Jalan Perintis Kemerdekaan, puluh an suporter ini sudah siap dengan alat musik tiup seperti terompet dan kawan-kawannya. Lagunya pun sama. Lagu-lagu suporter sepak bola. (BIL)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang